Videos

Islam Rahmatan Lil Alamin Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Islam Rahmatan Lil Alamin

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Islam Rahmatan Lil ‘Alamin – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, yang artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan, manusia, dan semua makhluk yang ada didalamnya. Allah tegaskan hal tersebut dalam firman-Nya,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tidaklah engkau (Muhammad) diutus ke muka bumi ini kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. al-Anbiya: 107).

Dalam kajian kali ini, Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA akan menjabarkan makna dan dalil yang menunjukan kalimat “Islam rahmatan lil alamin“. Dimulai dengan pengertian dan makna dari kata “Islam” hingga ke “lil ‘alamin”. Lalu dilanjutkan dengan bagaimana tugas seorang muslim yang diharuskan mempraktikan aktifitas kesehariannya untuk dapat memunculkan syiar “Islam Rahmatan Lil Alamin” kepada lingkungan sekitar dalam bermasyarakat. Penjelasan dilengkapi dengan dalil dan referensi kitab Para Ulama yang di tuliskan dan diturunkan diawal mulainya kajian.

Maka bagaimana kajian selengkapnya? Mari kita simak Video Kajian “Islam rahmatan lil alamin” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dari Masjid Istiqlal, Payakumbuh – Sumatera Barat.

Islam Rahmatan Lil Alamin

Sabar Menggapai jodoh Ustad Adi Hidayat AkhyarTV

Sabar Dalam Menggapai Jodoh

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Sabar Dalam Menggapai Jodoh – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Ada sebuah permalasahan dimana seorang ikhwan (yang siap menikah) telah selesai melakukan proses khitbah dan dia juga telah mendapatkan persetujuan, namun ternyata wali calon memberikan syarat untuk menunda proses pernikahan selama 8 bulan karena sang calon istri masih belum menyelesaikan program studinya.

Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dengan cerdasnya menjawab permasalahan tersebut menggunakan Al-Qur’an dan Hadits.

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah mampu menikah (siap menikah), maka segera menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).’ HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan at-Tirmidzi (no. 1087) kitab an-Nikaah.

Secara singkatnya, jika seseorang memang sudah siap menikah maka hendaknya jangan ditunda lagi. Jika pun belum siap, maka akan ada beberapa definisi. Ada yang belum siap dalam waktu dekat. Ada yang belum karena faktor ekonomi. Ada yang belum siap masalah mental dan lain sebagainya.

Maka untuk beberapa masalah kesiapan nikah tersebut, puasa adalah solusi yang Allah berikan. Sembari berusaha untuk semakin meningkatkan kedekatan dengan Allah. Puasa akan menjadi benteng atau perisai.

Yang terpenting adalah dari diri pribadi untuk tidak menunda, itu adalah satu kunci pula. Jika sudah mampu dari sisi ilmu maka tidak perlu khawatir masalah harta. Sebab, orang yang menikah akan dijamin oleh Allah perihal kemampuan hartanya. Memang tidak seketika namun akan terasa bahwa janji Allah itu pasti ditepati.

Sabar Dalam Menggapai Jodoh

Hukum Kotoran Kucing Ustadz Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Hukum Kotoran Kucing

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hukum Kotoran Kucing – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Apa hukum dari kotoran kucing? Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa hadits-hadits yang menyebutkan tentang kucing beliau belum menemukan bahwa ada yang menyebut kotoran kucing adalah suci, tidak pula dengan urinnya, tetapi hanya air liur dari kucing itu yang disebutkan. Maka dari itu, untuk memahami hadits mengenai kucing tersebut diperlukan suatu ilmu hadits yang selain harus melihat bahasa hadits, diperlukan juga untuk melihat dan menelaah asbabul wurudnya (sebab mengapa hadits itu muncul).

Hadits kucing yang marak diperbincangkan tersebut setidaknya ada di kitab Sunan Abu Dawud no. 75, di Sunan An-Nasa’i no. 68, dan di Sunan Tirmidzi no. 92. Yang semuanya merujuk pada sahabat Qotadah. Bermula ketika Qotadah bekunjung ke rumah anaknya. Ketika berwudhu, menantunya keheranan. Karena air yang digunakan adalah bekas minum kucing.

Qotadah berkata, “Apa yang membuatmu heran? Saya pernah mendengar Rasullullah bersabda: “Sesungguhnya kucing itu tidak najis. Karena ia adalah hewan yang selalu bersama dengan kita.”

Hadits tersebut merujuk pada air liur kucing, bukan pada kotorannya. Hal ini dijelaskan pada hadits Abu Dawud no. 76. Yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu’anha. Kata Ummul Mukminin ‘Aisyah: “Saya pernah melihat Rasulullah berwudhu dengan air yang pernah dijilat oleh kucing.”

Bagaimana kajian selengkapnya? Mari kita simak video singkat diatas mengenai “Hukum Kotoran Kucing” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dari masjid Taman Permata Cikunir, Bekasi.

Hukum Kotoran Kucing

Kajian Kitab Adabul Mufrad Ust Adi HIdayat Lc MA AkhyarTV

Kajian Kitab Al-Adab Al-Mufrad

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Kajian Kitab Adabul Mufrad – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Kitab Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari adalah sebuah kitab yang membahas adab dan akhlak keseharian serta etika dalam berkehidupan. Kitab ini dikhususkan oleh Imam Al-Bukhari diluar dari kitab umumnya yang paling populer yaitu Sahih Al-Bukhari dengan membahas secara komprehensif tentang pelajaran-pelajaran terkait dengan etika, adab dan tuntunan moral kehidupan. Misalkan, cara menjadi anak yang shalih dan berbakti kepada orang tua; Menjadi suami atau istri yang baik dan mulia; Menjadi warga atau masyarakat yang baik dan lain sebagainya.

Akhlak dan adab pada diri seseorang adalah perkara yang sangat penting dan sangat diperhatikan dalam agama Islam. Kelurusan beribadah harus disertai dengan lurusnya akhlak dan adab. Bila kita memerhatikan sosok Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kita dapati beliau adalah seorang manusia yang memiliki budi pekerti sangat luhur, memiliki akhlak dan adab yang sangat terpuji, dan telah digambarkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bagaimana indahnya akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كَانَ خُلُقُهُ الۡقُرۡآنَ.

“Akhlak beliau adalah Al Quran.” (HR Muslim).

Sedangkan bagi umat yang tidak hidup dimasa Nabi, tentunya bisa mendapatkan suatu kemudahan untuk dapat mempelajari Akhlak dan Adab yang dicontohkan dan dituntun oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sangat mudah melalui buah pena karya Imam Al-Bukhari ini, Al-Adab Al-Mufrad.

Lantas seperti apakah isi dari Kitab Al-Adab Al-Mufrad tersebut? Mari kita simak kajian kitab Adabul Mufrad bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dari Masjid Al-Muhajirin, Taman Permata Cikunir – Bekasi, Jawa Barat.

Kajian Kitab Al-Adab Al-Mufrad

Hukum Meninggalkan Sholat Wajib Ust Adi Hidayat AkhyarTV

Hukum Meninggalkan Sholat Wajib

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hukum Meninggalkan Sholat Wajib – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Kewajiban utama seorang muslim adalah mendirikan sholat. Melaksanakan sholat adalah wajib bagi setiap orang yang sudah mukallaf (terbebani kewajiban syari’ah), baligh (telah dewasa), dan ‘aqil (berakal). Allah SWT memerintahkan hamba-hambanya untuk mengerjakan sholat wajib sebanyak 5 kali sehari mulai dari sholat subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isyak.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka hanya beribadah/menyembah kepada Allah saja, mengikhlaskan keta’atan pada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan hanif (lurus), agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, demikian itulah agama yang lurus”. (Surat Al-Bayyinah:5).

Lantas bagaimana hukum dari meninggalkan sholat wajib lima waktu dengan disengaja? Mari kita simak kajian singkat mengenai Hukum Meninggalkan Sholat Wajib bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Hukum Meninggalkan Sholat Wajib

Akhlak Murid Terhadap Guru Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Akhlak Murid Terhadap Guru

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Akhlak Murid Terhadap Guru – Ustadz Adi Hidayat, Lc, M.A

Mengetahui kewajiban dan hak seorang guru, serta kewajiban dan hak seorang murid.

Kewajiban seorang guru ialah mengajar, sedangkan haknya adalah mendapatkan akhlak penghormatan dari murid dan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala sesuai dengan kadar keikhlasannya dalam menyalurkan ilmunya. Pahala tersebut tidak hanya mengalir ketika sang guru masih hidup, lebih dari pada itu, pahala akan terus mengalir, ketika sang guru tersebut telah meninggal dunia. Ketika Ilmu yang telah disampaikannya memberikan manfaat dalam kebaikan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Bagaimanakah cara seorang murid berakhlak terhadap guru? Mari kita simak, penjelasan selengkapnya bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam kajian Al-Qur’an Sunnah Solution mengenai “Akhlak Murid Terhadap Guru”.

Akhlak Murid Terhadap Guru

Pendosa Masih Bisa Masuk Surga Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Pendosa Masih Bisa Masuk Surga

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Pendosa Masih Bisa Masuk Surga – Ustadz Adi Hidayat, Lc, M.A

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (4: 100)

Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang telah membunuh 100 orang, mabuk setiap hari, senang berbuat onar dan kemungkaran, maksiat tidak pernah lewat di setiap harinya. Namun singkatnya, tiba-tiba di suatu waktu hatinya tergerak untuk bertaubat kepada Allah. Maka berkonsultasilah dirinya kepada seorang syeikh, menanyakan tentang cara bertaubat dan apakah taubatnya akan diterima atau tidak, menyadari bahwa dosanya begitu banyak dan amal buruknya sudah menumpuk tak terhitung.

Maka dengan tegas, Syeikh memberikan arahan kepada pemuda itu untuk berpindah dari tempat awalnya itu ke suatu tempat yang jauh lebih baik, dengan lingkungan yang baik dan di kelilingi oleh orang baik pula. Maka di mintalah sang pemuda itu untuk berhijrah.

Lantas bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah pemuda pendosa tersebut masih bisa masuk ke dalam surga? Mari kita simak kajian selengkapnya, “Pendosa Masih Bisa Masuk Surga” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Pendosa Masih Bisa Masuk Surga

Nasihat Berpoligami Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Nasihat Berpoligami

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Nasihat Berpoligami – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Poligami dalam Islam terbatas pada yaitu hanya seorang pria Muslim diizinkan menikahi lebih dari satu wanita. Sedangkan Poliandri, Haram dalam Islam (QS. An-Nisa ayat 24), yaitu seorang wanita menikah dengan lebih dari satu pria.

Sedangkan untuk ayat mengenai poligami tercantum didalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala berfiman :

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” QS. An-Nisa : 3

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan secara singkat bahwa poligami, pada intinya boleh di lakukan disaat seorang pria muslim memiliki suatu amalan yang tidak bisa dikerjakannya seorang diri atau hanya dengan istrinya saja. Tapi kapan seorang suami memungkinkan untuk menambah istri atau berpoligami?

Contoh kasusnya terjadi pada masa Nabi sallallahu alaihi wasallam yaitu mengenai anak Yatim.

Pada zaman Nabi, sangat banyak sahabat yang meninggal dunia di medan peperangan untuk berjihad. Tidak jarang diantara para sahabat ini meninggalkan istri dan anak. Maka dari sinilah, dibangun suatu motivasi serta visi dalam menyongsong akhirat. Keinginan melakukan amalan untuk merawat anak Yatim, supaya dapat mendekatkan diri kepada Allah. Bukan karena kepentingan syahwat dunia semata!

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Mari kita simak kajian berikut ini dalam tema “Nasihat Berpoligami” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.

Nasihat Berpoligami

Hukum Jual Beli Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Hukum Jual Beli Barang & Konsep Dagang Nabi

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hukum Jual Beli Barang & Konsep Dagang Nabi

Sebuah kajian tematik dalam sesi tanya jawab bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai hukum jual beli dan konsep dagang nabi.

Ustadz Adi Hidayat mengisahkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam, sebelum menjadi Nabi dan Rasul adalah seorang pedagang yang mendapatkan barang dagangannya dari saudagar kaya bernama Sayyidah Khadijah. Yang di kemudian hari sayyidah khadijah akhirnya menjadi istri tercinta Nabi dalam kehidupannya.

Nabi berdagang didampingi oleh Maisaroh, dan dalam perjalanan dagangnya, mereka berekspedisi hingga ke Negeri Syam. Nabi dengan kemampuan berdagangnya menerapkan konsep dagang yang Maa syaa Allah, selalu kembali untung, bukan hanya kembali modal. Selain itu, Nabi tidak pernah membuat pesaing dagangnya merasa terganggu, apalagi membuat pelanggannya merasa rugi. Dalam kegiatan jual beli yang diterapkan oleh Nabi, hanya ada satu kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan situasi tersebut, yaitu Pelanggan senang, Nabi untung, Pedagang lainnya nyaman.

Ustadz Adi Hidayat, melanjutkan beberapa kisah tentang bagaimana Nabi serta para sahabat-nya menerapkan konsep dagang yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah hingga akhirnya mendapatkan berkah dan kesuksesan setelah penerapannya berhasil dilakukan.

Lantas bagaimanakah kelanjutan kisah-kisah tersebut? Apa kesimpulan hukum yang bisa diambil dari kisah tersebut?

Selanjutnya, mari kita simak kajian tentang Khilaf Dalam Fiqh Ikhtilaf bersama Ustadz Adi Hidayat. Lc. MA.

Hukum Jual Beli Barang & Konsep Dagang Nabi

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. Adapun orang yang berhijrah adalah orang yang hijrah meninggalkan larangan-larangan Allah” (HR. Bukhari)

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, di dalam hadits yang agung ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hakikat keislaman itu diwujudkan dengan kepasrahan/istislam kepada Allah, menunaikan kewajiban kepada-Nya, serta menunaikan hak-hak sesama muslim. Selain itu, hadits ini menunjukkan bahwa terdapat hijrah yang hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim, yaitu hijrah meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan. Kewajiban hijrah semacam ini tidak pernah gugur darinya dalam keadaan bagaimana pun (lihat Bahjah al Qulub al Abrar, oleh Syaikh As Sa’di)

Hijrah yang dimaksud di dalam hadits ini mencakup dua bagian. Pertama; hijrah secara batin, yaitu dengan meninggalkan bujukan-bujukan hawa nafsu yang menyeret kepada keburukan dan meninggalkan rayuan setan. Inilah yang disebut dengan istilah hijrah dengan hati. Adapun yang kedua ; hijrah secara lahiriyah yaitu dengan menyelamatkan agamanya dari terpaan fitnah-fitnah/kerusakan, kekacauan, dan kerancuan (lihat Fath al Bari, oleh Al Hafizh Ibnu Hajar)

Dengan demikian, hijrah kepada Allah maknanya adalah meninggalkan apa-apa yang dibenci Allah menuju apa-apa yang dicintai-Nya, yaitu meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan.

Mari kita simak kajian fiqh tematik bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Lokasi di Masjid Al-Murabbi, Setrasari, Bandung

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah