Videos

Persoalan Seputar Puasa Syawal Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Persoalan Seputar Puasa Syawal

Video Error : No Playable Source?

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Video Tidak Dapat Di Play!

Silahkan hubungi admin, melalui link disini.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Persoalan Seputar Puasa Syawal – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Hadits Shahih tentang Puasa Syawal

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه

Dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah].

Bagi kaum hawa dan sebagian muslim yang memilki keterbatasan secara fisik, melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan sangat sulit untuk dipenuhi dalam satu bulannya.

Jika setelah Ramadan, ingin melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, apakah wajib membayar puasa Ramadhan dahulu, baru setelah itu mengerjakan puasa enam hari puasa Syawal atau boleh langsung mengerjakan puasa enam hari baru kemudian membayar puasa Ramadhan?

Apakah boleh membayar puasa Ramadhan dan puasa enam hari dalam satu niat?

Semua pertanyaan tersebut yang sering menjadi topik ummat akan dibahas oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam sebuah kajian spesial, yaitu Persoalan Seputar Puasa Syawal. Markita simak dan mudah-mudahan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat kelak saat kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan dan ibadah sunnah puasa syawal.

Persoalan Seputar Puasa Syawal

Kemudahan Mencari Rizki Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Petunjuk Kemudahan Mencari Rizki

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Petunjuk Kemudahan Mencari Rizki

Syariat Islam yang agung sangat menganjurkan kaum muslimin untuk melakukan usaha halal yang bermanfaat untuk kehidupan mereka, dengan tetap menekankan kewajiban utama untuk selalu bertawakal (bersandar/berserah diri) dan meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala dalam semua usaha yang mereka lakukan.

Allah Ta’ala berfirman,

{فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumu’ah:10).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menekankan agar umatnya mencari harta yang halal. Pasalnya, ada dua pertanyaan yang terarah berkaitan dengan harta itu, tentang asal harta dan bagaimana membelanjakannya. Dalam hadits Abu Barzah Al Aslami Radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا وَضَعَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ

“Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat, sampai ia ditanya tentang empat perkara. (Yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia mendapatkannya dan kemanakah ia meletakkannya, dan tentang ilmunya, apakah yang telah ia amalkan”. [HR At Tirmidzi dan Ad Darimi].

Dari keterangan diatas, masih banyak lagi petunjuk tentang kemudahan mencari rizki yang sudah dijamin oleh Allah kepada setiap makhluknya. Simak kajian berikut ini tentang petunjuk kemudahan mencari rizki bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Petunjuk Kemudahan Mencari Rizki

Teman Sholeh Syafaat Hari Kiamat Ust Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Temanmu Syafaatmu di Hari Kiamat

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Temanmu Syafaatmu Kelak di Hari Kiamat

Memiliki teman yang sholeh, selalu membantu kapanpun kita butuhkan dalam hal kebaikan, sholat pun diimami olehnya, buka puasa bersama dengannya, kadang sering diingatkan untuk selalu berbuat kebaikannya olehnya, bukankah itu adalah teman yang kita damba-dambakan? Seorang teman yang dapat menjadi syafaat hari kiamat nanti.

Maka saat anda nanti telah meninggal dan teman sholeh anda pun telah meninggal. Ternyata teman tersebut tidak dapat menemukan anda di surga. Maka dia akan memohon kepada Allah, “Ya Allah, dia adalah kawan saya ya Allah, dia adalah saudara saya ya Allah. Kami selalu mengerjakan kebaikan bersama saya, saya sering berangkat ta’lim bersama dia ya Allah, tidak pernah kami lalai dalam perintahmu ketika sedang bersama ya Allah. Mohon jangan pisahkan kami ya Rabb!

Pertanyaanya, sudah pernahkah anda memiliki teman seperti itu? Teman yang akan menjadi syafaat di hari kiamat nanti. Teman yang akan selalu setia menolong dalam segala kebaikan. Kalau belum temukan, cepat cari! Cari hingga menemukan teman sholeh yang semua impikan.

Sebuah kajian islam inspiratif yang akan membuat hati kita tenang dan tentram. Kajian bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA akan membahas teman setia, teman sholeh, teman yang akan menjadi syafaat hari kiamat, teman yang sejati. Mari kita simak kajian berikut ini.

Temanmu Syafaatmu di Hari Kiamat

Fiqh Syaithan Faktor Perusak Fitrah Manusia Ust Adi Hidayat AkhyarTV

Fiqh Syaithan : Faktor Perusak Fitrah Manusia

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Fiqh Syaithan  : Faktor Perusak Fitrah Manusia

Berbicara tentang fitrah manusia, pada dasarnya tidak lepas dari konsep tentang asal mula kejadian manusia itu sendiri. Mengetahui asal kejadiannya merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Hal ini dikarenakan pengetahuan tersebut merupakan titik tolak dalam menetapkan pandangan hidupnya. Manusia yang tidak memahami asal kejadiannya akan mengalami kesulitan dalam menentukan pandangan hidupnya.

Secara etimologis, fitrah berasal dari istilah arab “fathara” yang bersinonim dengan istilah “khalaqa” dan “ansyaa” yang memiliki arti mencipta. Di dalam Al-Quran, penggunaan tiga istilah ini menunjukkan makna atau pengertian menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum ada yang memerlukan penyempurnaan.

Fitrah berarti bersih tanpa dosa dan noda, baik dalam hal akal maupun nafsunya. Dengan kata lain, manusia yang fitrah adalah manusia yang masih bersih dari dosa. Dengan fitrah ini, manusia mampu mengembangkan kekuatan jiwanya untuk mengenal dan mengetahui Allah secara lebih dekat sebagai Tuhan yang telah menciptakannya.

Namun seiring dengan bertambahnya usia manusia, fitrah manusia ini sangat mudah rusak dan meleset dari aslinya. Apakah yang menyebabkan rusaknya fitrah manusia? Apakah ini semua murni hanya ulah dari syaithan? Mari kita simak penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai fiqh syaithan : salah satu faktor perusak fitrah manusia.

Fiqh Syaithan : Faktor Perusak Fitrah Manusia

Hukum Musik Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Hukum Musik

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hukum Musik – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Musik itu adalah segala suara yang menghasilkan irama. Musik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu yang tidak menggunakan alat dan menggunakan alat. Sejak dahulu kala, bangsa arab lebih terbiasa membuat syair tanpa menggunakan alat musik, yang dimana syair itu sendiri unsurnya tercipta dari suara yang menghasilkan irama-irama. Syair yang terbentuk dari susunan irama (musik) tersebut sangat populer di zaman itu, bahkan hingga di adakannya ajang pamer kreatifitas antara para pembuat syair. Mereka saling menyombongkan karya syair mereka setiap hari jum’at (dulu bukan hari jum’at). Siapapun yang memiliki karya syair dengan irama terbaik akan menjadi panutan dan contoh (naik derajat sosialnya).

Bagi para pembuat syair, jika mereka membuat syair tidak memiliki irama-irama (musik), maka syair itu akan di nyatakan sebagai aib oleh dirinya dan khalayak ramai. Oleh karena itu, mulailah para pembuat syair berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat seperti lembah, sungai, pegunungan, dan semacamnya, hanya untuk mendapatkan inspirasi untuk membuat syair!

Dengan alih mencari inspirasi  irama syair, mereka bahkan melupakan tuhan mereka, mereka meninggalkan ibadah mereka, mereka jauh dari ketetapan Allah, mereka juga menjauhkan orang lain dari Allah dengan menyajikan syair yang tidak bermanfaat.

Semua itu semata hanya untuk kepentingan yang bahkan dia sendiri tidak mengerti manfaatnya.

Sejak saat itulah, turun wahyu mengenai perilaku para pembuat syair. Bahkan ada surat khusus yang membahas tentang celakanya para pembuat syair, Al-Qur’an Surat As-Shu’ara (26) yang dalam bahasa indonesia adalah jamak dari kata pembuat syair, yaitu Para Penyair. Kebiasaan buruk mereka di cela oleh Allah swt.

Bisa di kaji pada QS. As-Shu’ara Ayat 224 – 227.

Lantas dari contoh tersebut diatas, apakah arti musik itu sebenarnya? Apakah hukum musik itu sendiri? Bagaimana sikap hukum yang harus di ambil sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah? Mari kita simak penjelasan oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA berkaitan dengan Hukum Musik.

Hukum Musik

Fiqh Ikhtilaf Kaidah Memahami Al-Qur'an AkhyarTV

Fiqh Ikhtilaf : Kaidah Memahami Al-Qur’an

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Fiqh Ikhtilaf : Kaidah Memahami Al-Qur’an

Umat Islam memiliki modal yang sangat besar untuk bersatu, karena mereka beribadah kepada ilaah (Tuhan) yang satu, mengikuti nabi yang satu, berpedoman kepada kitab suci yang satu, berkiblat kepada kiblat yang satu. Selain itu, ada jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, bahwa mereka tidak akan sesat selama mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, berpegang-teguh kepada Alquran dan al Hadits. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى {123} وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha: 123, 124).

Sebelum dapat berpegang teguh kepada Al-Qur’an, ummat islam diharuskan untuk memahami dan mempelajari Al-Qur’an. Memahami Al-Qur’an bukanlah sesuatu hal yang bisa dilakukan begitu saja tanpa mengetahui kaidah-kaidah dalam memahami Al-Qur’an. Oleh karena itu mari kita simak penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai kaidah memahami Al-Qur’an secara ringkas dan komprehensif!

Fiqh Ikhtilaf : Kaidah Memahami Al-Qur’an

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Menyikapi Berita Hoax – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya. Suatu pemberitaan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap; dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu

Menurut pandangan psikologis, ada sebuah faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax. Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki. Secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi sehingga cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut. Hal ini dapat diperparah jika si penyebar hoax memiliki pengetahuan yang kurang dalam memanfaatkan internet guna mencari informasi lebih dalam atau sekadar untuk cek dan ricek fakta.

Lantas bagaimana jika kita tahu kebenaran dari berita tersebut? Bagaimana cara yang tepat sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah ketika menyikapi berita hoax? Mari kita simak kajian singkat bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam menyikapi berita hoax.

Fiqh Ikhtilaf : Kaidah Memahami Al-Qur’an

Islam Dulu dan Sekarang Ustadz Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Islam Dulu dan Kini

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Islam Dulu & Kini – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Pada masa Nabi jumlah umat Islam dulu tidak banyak secara kuantitas namun mereka (umat Islam) pada waktu itu amat berkualitas. Pencapaian (achieved performance) sebagai “khairu ummah” (the best people) dimasa Nabi dikarenakan umat Islam dulu benar-benar memeluk Islam secara kaffah. Al Quran yang merupakan wahyu Allah menjadi petunjuk umat Islam dalam beraktivitas, contoh dan hadist Nabi membimbing umat dalam menjalankan kehidupan. Apabila terjadi persoalan maka penyelesaiannya selalu merujuk pada al Quran dan Hadist Nabi. Allah sendiri berjanji akan menolong umat Islam dan menegakkan kedudukan atau kejayaannya jika menolong agama Allah dengan menyebarkan berdakwah menegakkan kalimat tauhid.

Para sahabat sungguh-sungguh “samina wa atona”. Jika terjadi persoalan mereka kembali pada apa yang diajarkan dalam al Quran. Sekiranya mereka belum merasa paham maka mereka segera bertanya kepada Nabi. Apabila Nabi telah memutuskan tentang hal dan perkara yang diajukan, mereka pun taat mematuhinya. Demikianlah kondisi umat Islam di masa Nabi, tidak neko-neko dan tidak membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit. Demikian tertib dan patuhnya mereka sehingga kejayaan Islam mudah diraih. Namun sekarang, umat islam yang secara kuantitas sangat banyak ini apakah telah benar-benar mencontoh perilaku para sahabat dahulu?

Mari kita simak penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA tentang Islam Dulu & Sekarang.

Islam Dulu dan Kini

Cara Berbakti Kepada Orang Tua Ustadz Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Berbakti Kepada Orang Tua

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Islam telah mengajarkan kepada kita agar berbakti kepada orang tua, mengingat banyak dan besarnya pengorbanan serta kebaikan orang tua terhadap anak, yaitu memelihara dan mendidik kita dejak kecil tanpa perhitungan biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak mengharapkan balasan sedikit pun dari anak, meskipun anak sudah mandiri dan bercukupan tetapi orang tua tetap memperlihatkan kasih sayangnya, oleh karena itu seorang anak memiliki macam-macam kewajiban terhadap orang tuanya menempati urutan kedua setelah Allah Swt, dan kita juga dilarang durhaka kepada orang tua.

Hadis Abdullah ibnu Umar tentang ridho Allah terletak pada ridho orang tua.

عَنْ عَبْدُ الله بن عَمْرٍو رضي الله عنهما قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ ( اخرجه الترمذي وصححه ابن حبان والحاكم)

Artinya: dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. ( H.R.A t-Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)[1]

Setelah mengetahui hal itu, bagaimanakah cara dan tuntunan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah tentang cara berbakti kepada orang tua? Simak kajian berikut ini bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Berbakti Kepada Orang Tua

Bersalaman Setelah Shalat Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Bersalaman Setelah Shalat

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Bersalaman Setelah Shalat Bolehkah?

Terdapat hadits shahih dalam Shahihain, bahwa Thalhah bin ‘Ubaidillah (salah satu dari 10 sahabat yang dijamin surga) datang dari pengajian bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menuju Ka’ab bin Malik radhiallahu’anhu yaitu ketika Ka’ab bertaubat kepada Allah (atas kesalahannya tidak ikut jihad, pent.). Thalhah pun bersalaman dengannya dan memberinya selamat atas taubatnya tersebut. Ini (budaya salaman) adalah perkara yang masyhur diantara kaum Muslimin di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ataupun sepeninggal beliau.

Dan terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

ما من مسلمين يتلاقيان فيتصافحان إلا تحاتت عنهما ذنوبهما كما يتحات عن الشجرة ورقها

Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan berguguranlah dosa-dosanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon

Bersalaman merupakan suatu kebiasan yang dilkukan oleh umat islam untuk saling mengenal dan menggugurkan dosa diantara kita.

Lantas bagaimana dengan bersalaman setelah sholat, apakah dilakukan oleh nabi dan ada tuntunannya? Mari kita simak penjelasan mengenai Bersalaman Setelah Shalat oleh Ustadz. Adi Hidayat, Lc. MA

Bersalaman Setelah Shalat

Penjelasan Tentang Masbuq

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Penjelasan Tentang Masbuq – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Makmum masbuq yaitu makmum yang terlambat satu raka’at atau lebih  bersama imam disaat sholat berjama’ah. Raka’at disini adalah adalah sampai ruku’, jadi jika ada seorang makmum terlambat ruku’ bersama imam dalam raka’at pertama saat sholat berjama’ah maka dia di sebut makmum masbuk, itulah pendapat Jumhur ulama.

Adapun Pendapat imam syafi’i mengatakan makmum yang dihitung terlambat itu ialah orang yang tidak mengikuti atau tidak mengetahui takbirotul ihromnya imam maka dia di kategorikan makmum masbuk

Pertanyaan Ust. Adi hidayat, Lc. MA pertama adalah, kenapa anda bisa terlambat? jamaah yang bisa tidak masbuq, karena mempersiapkan dirinya lebih awal ketika akan menghadap Allah swt.

Lantas apa sebenarnya penyebab makmum bisa terlambat? Bagaimana tata cara sholat makmum masbuq? Mari kita simak kajian penjelasan berikut ini…

Penjelasan Tentang Masbuq