Videos

Fiqh Aulawiyat Sunnah Memelihara Jenggot Ust. Adi Hidayat AkhyarTV

Fiqh Aulawiyat “Jenggot”

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Fiqh Aulawiyat “Jenggot” – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Memelihara jenggot adalah sunnah dari nabi. Dimana sunnah itu sendiri jika ditinggalkan seseorang tidak akan berdosa, dan jika dikerjakan maka balasannya adalah pahala. Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang Sunnah Memelihara Jenggot, salah satunya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

Potong pendeklah kumis dan peliharalah jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

Namun, bagaimanakah ketika sudah sangat ingin mengikuti sunnah tersebut, namun tidak dapat mengerjakan lantasan ada peraturan ketat dari tempat kerja atau kantor yang melarang untuk memelihara jenggot?

Mari kita simak pembahasan dari Ust. Adi Hidayat, Lc. MA – Fiqh Aulawiyat atau Fiqh Priotas tentang Sunnah Memelihara Jenggot dalam sebuah acara tanya jawab islam, Al-Qur’an Sunnah Solution.

Fiqh Aulawiyat “Jenggot”

Sujud Dengan Lutut atau Telapak Tangan Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Lutut atau Telapak Tangan?

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Sujud adalah Gerakan Shalat yang dilakukan dengan cara bersujud atau tersungkur ke lantai atau tanah tempat shalat dengan meletakkan dahi ke tanah setelah Gerakan Shalat I’tidal, seraya membaca bacaan Takbir ALLAHU AKBAR. Saat akan sujud setelah i’tidal, itu bisa menggunakan 2 cara.

Cara pertama adalah sujud menggunakan lutut :

“Jangan sujud seperti duduknya unta. Maka dahulukanlah lututmu sebelum telapak tanganmu.” – Dari Wail ibnu Hujr (HR. Abu Dawud no. 838)

Sedangkan, cara kedua adalah dengan sujud menggunakan telapak tangan :

“Janganlah sujud seperti duduknya unta tunggangan (dipenuhi muatan barang) maka hendaklah dahulukan kedua telapak tanganmu sebelum kedua lututmu.” – dari Abu Hurairah (HR. Abu Dawud no. 840 – 841)

Untuk materi selengkapnya simak video kajian ututhnya mengenai “Fiqh Sholat : bagian Sujud” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA – http://www.akhyar.tv/video/fiqh-sholat-sujud/

Lutut atau Telapak Tangan?

Hikmah Idul Adha Keluarga Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Hikmah Idul Adha Untuk Keluarga

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hikmah Idul Adha Untuk Keluarga – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Hari raya Idul Adha pada tahun 2017 telah berlalu. Sebuah Hari raya yang juga disebut hari raya kurban. Mengingat kisah Nabi Ismail ‘alahissalam yang memiliki ketaatan luhur kepada kedua orang tuanya, yaitu Nabi Ibrahim A.S ( ayahnya ) dan Siti hajar ( ibunya ).

Yang mana sewaktu ketika Nabi Ismail harus ridho untuk mengorbankan dirinya guna memenuhi perintah Allah SWT.

Perintah itu datang dikabarkan lewat mimpi sang Ayah, atas seruan dari Allah SWT –agar Nabi Ibrahim segera memenuhi nadzar-nya, yaitu berkenan menyembelih anaknya bernama Ismail.

Padahal beliau amat sayang dengan putranya tersebut, apalagi kala itu Ismail kecil masih berumur 7 tahun. Tapi karena itu semua adalah perintah Allah SWT, akhirnya pengorbanan tetap dilakukan dengan dasar ketaatan.

Tidak ada rasa nikmat sedikit pun jika tidak menaati perintah dari Sang pencipta alam semesta. Karena itulah dibalik sebuah ujian berat itu. Akhirnya Allah SWT telah mengganti Ismail dengan satu ekor domba, yang sampai hari  ini kita peringati dengan sebutan Hari Raya Kurban/Idul Adha.

Sebuah hari, dimana setiap muslim dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan peliharaan berupa kambing, sapi, dan domba, sebagaimana tuntunan / risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Semuanya itu pasti terdapat hikmah dan keutamaan jika kita ikut serta memuliakannya bukan? Tidak hanya mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim A.S, ada beberapa hikmah idul adha maupun keutamaan yang dapat kita ambil atas kedatangan hari raya Idul Adha. Mari kita simak sebuah kajian spesial Ustadz Adi Hidayat dengan tema Hikmah Idul Adha Untuk Keluarga.

Hikmah Idul Adha Untuk Keluarga

Long Road To Jannah Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Long Road To Jannah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Long Road to Jannah – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Arti Jannah dalam bahasa Arab ditulis جنّة‎ adalah sebagai konsep dari surga dalam ajaran agama Islam. Di dalam eskatologi Islam, setelah kematian seseorang akan tetap di dalam alam kubur (barzakh) sampai ‘Hari Kebangkitan’ (Yawm al-Qiyāmah).

Di dalam syariat Islam, bahwa perlakuan tiap orang di alam barzakh, tergantung pada amal (perbuatan) seseorang itu sendiri. Kata Janah dalam bahasa Arab memiliki arti “Kebun”, maka dalam bahasa Al-Qur’an berarti “Kebun Surga”.

Dalam bahasa arab Jannah adalah kata jamak dari kata Jinan, yang berarti kebun atau taman. Dimana kebun atau taman tersebut adalah tempat yang kekal diakhirat, yang diperuntukan bagi hamba Allah yang beriman dan beramal shaleh, tempat yang memberikan kenikmatan yang belum pernah dirasakan di dunia dan sebagai balasan untuk amalannya yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini sesuai dengan gambaran Al-Jannah dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an melukiskan Al-Jannah sebagai surga, yaitu sebuah tempat yang sangat indah, yang dipenuhi oleh pepohonan yang rindang, sungai yang airnya mengalir jernih, dan segala bentuk keindahan yang lainnya.

Jadi, Arti Jannah adalah tempat yang sangat indah yang tak pernah bisa dibayangkan oleh manusia, atau yang sering disebutkan sebagai surga. Dimana didalamnya terdapat semua yang menyenangkan dan memikat hati dan pandangan mata.

Mari kita simak penjelasan Ust. Adi Hidayat, Lc. MA tentang long road to jannah.

Long Road To Jannah

Khilaf Dalam Fiqh Ikhtilaf Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Khilaf Dalam Fiqh Ikhtilaf

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Khilaf Dalam Fiqh Ikhtilaf – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Mengapa dalam fiqih umat islam terjadi banyak perbedaan? Apakah perbedaan dalam fiqih Islam menunjukkan perpecahan umat Islam? Akankah perbedaan itu berakhir?

Pada hakekatnya setiap manusia telah diberi Allah akal untuk berfikir. Likulli ro’sin ro’yun (setiap manusi mempunyai ide). Bayangkan saja jika tiap manusia memiliki ide yang berbeda-beda, jika saja dikalikan dengan jumlah manusia yang ada di dunia ini, akan banyak ide yang terkumpul. Tidak mustahil pula jika ide-ide tersebut sejalan antara satu dengan yang lain.

Tentunya setiap madzhab mempunyai dalil-dalil sendiri yang menguatkannya. Dan kita selayaknya agar mempelajari dan memahami dalil tiap madzhab sebelum mengerjakannya, jangan cuman taqlid buta yang nantinya hanya akan berujung Khilaf!

Selanjutnya, mari kita simak kajian tentang Khilaf Dalam Fiqh Ikhtilaf bersama Ustadz Adi Hidayat. Lc. MA.

Khilaf Dalam Fiqh Ikhtilaf

Cara Bangun Tidurnya Nabi Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Cara Bangun Tidurnya Nabi

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Cara Bangun Tidurnya Nabi – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Sebagai umat Islam, kita memiliki Nabi Muhammad sebagai panutan untuk menjalani hidup. Apalagi, Nabi Muhammad memiliki gaya hidup yang sehat, penuh kebaikan, penuh dengan kesederhanaan dan jauh dari ketamakan. Dengan menjalani hidup seperti Nabi Muhammad menjalani hidup, insha Allah kita akan selalu berada dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari godaan syaithan.

Bangun tidur di pagi hari merupakan salah satu nikmat Allah yang senantiasa harus kita syukuri. Oleh karena itu sepantasnyalah kita sebagai seorang muslim harus menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepadanya. Salah satu sunnah yang paling populer ketika Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam ketika bangun tidur. Cara Bangun Tidurnya Nabi!

Membaca Do’a Bangun Tidur

Setiap pagi setelah bangun tidur, Nabi Muhammad mengucapkan doa yang sekarang kita kenal sebagai doa bangun tidur yang berbunyi:

Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilaihinnusyuur.

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia mewafatkan (menidurkan) kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari)

 

Untuk selengkapnya, mari kita simak kajian oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai cara bangun tidur Nabi.

Cara Bangun Tidurnya Nabi

Bahagia Bersama Al-Quran Sunnah Ustadz Adi Hidayat AkhyarTV

Bahagia Bersama Al-Qur’an & Sunnah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Bahagia Bersama Al-Qur’an & Sunnah – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Allah ta’ala berfirman (yang artinya, Barangsiapa yang mengikuti petunjuk dari-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka (QS. Thaha: 123)

Lantas, apa yang dimaksud dengan ‘mengikuti petunjuk’ tersebut?

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjabarkan, bahwa di dalam kalimat tersebut tercakup beberapa poin pokok, yaitu :

1. Membenarkan berita yang Allah sampaikan
2. Tidak menentang berita/wahyu tersebut dengan berbagai kerancuan/syubhat
3. Melaksanakan perintah Allah; yaitu dengan tidak menentang perintah itu dengan kemauan hawa nafsu/syahwat (lihat al-Majmu’ah al-Kamilah [5/197])

Hal ini memberikan gambaran kepada kita, bahwa sesungguhnya orang yang mengikuti petunjuk Allah atau mengikuti tuntunan al-Qur’an adalah orang yang senantiasa membenarkan apa saja yang dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik berkaitan dengan masa lalu atau masa depan. Demikian pula dia akan menerima berita-berita tersebut tanpa menolak atau menyimpangkan maksudnya. Selain itu, orang yang benar-benar mengikuti petunjuk Allah akan menundukkan hawa nafsunya kepada syari’at Allah. Sebab, dia menyadari bahwa segala yang diperintahkan Allah (syari’at-Nya) adalah mendatangkan kebaikan dan keselamatan bagi dirinya dan bahkan seluruh umat manusia.

Ingin hidup bahagia? Mari bersama-sama kita pelajari Al-Qur’an dan Sunnah, serta terus berupaya untuk menerapkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Selamat berjuang! Simak kajian mengenai Bahagia Bersama Al-Quran dan Sunnah bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Bahagia Bersama Al-Qur’an & Sunnah

Cara Berdoa Nabi Setelah Sholat Ust. Adi Hidayat AkhyarTV

Cara Berdoa Nabi Setelah Sholat

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Cara Berdoa Nabi Setelah Sholat – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Berdoa adalah senjatanya orang mukmin. Berdoa dapat dilakukan dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Namun, seringkali seseorang hanya memanjatkan doa ketika mereka sedang mengalami masalah atau kesulitan. Berdoa hendaknya senantiasa dilakukan baik dalam keadaan gembira, senang, susah atau dalam kesulitan dan masalah untuk meminta petunjuk, perlindungan dan pertolongan-Nya.

Sering kali orang berdoa baik sendirian ataupun secara berjamaah atau bersama-sama seiring atau bersamaan dengan adanya suatu hajatan atau peristiwa. Suatu contoh hajatan pernikahan, ketika upacara, ketika mau mulai pelajaran di sekolah, ketika mau tidur, ketika berulang tahun, ketika membangun rumah, dan kejadian-kejadian lainnya. Doa tersebut tentunya harus memperhatikan hal-hal tertentu agar tata cara berdoa yang baik dan benar sesuai dengan ajaran dalam Al-Qur’an dan dalil Hadits Nabi Muhammad saw. Berikut salah satu hadits yang populer mengenai cara berdoa nabi dengan mengangkat kedua tangannya.

Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa”. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud].

Selanjutnya, mari kita simak kajian tentang cara berdoa nabi setelah sholat bersama Ustadz Adi Hidayat. Lc. MA.

Cara Berdoa Nabi Setelah Sholat

Fiqh Tematik Hijrah Menjadi Lebih Baik Ustadz Adi Hidayat AkhyarTV

Hijrah Menjadi Lebih Baik

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Video Tidak Dapat Di Play!

Silahkan hubungi admin, melalui link disini.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Fiqh Tematik : Hijrah Menjadi Lebih Baik – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. Adapun orang yang berhijrah adalah orang yang hijrah meninggalkan larangan-larangan Allah” (HR. Bukhari)

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, di dalam hadits yang agung ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hakikat keislaman itu diwujudkan dengan kepasrahan/istislam kepada Allah, menunaikan kewajiban kepada-Nya, serta menunaikan hak-hak sesama muslim. Selain itu, hadits ini menunjukkan bahwa terdapat hijrah yang hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim, yaitu hijrah meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan. Kewajiban hijrah semacam ini tidak pernah gugur darinya dalam keadaan bagaimana pun (lihat Bahjah al Qulub al Abrar, oleh Syaikh As Sa’di)

Hijrah yang dimaksud di dalam hadits ini mencakup dua bagian. Pertama; hijrah secara batin, yaitu dengan meninggalkan bujukan-bujukan hawa nafsu yang menyeret kepada keburukan dan meninggalkan rayuan setan. Inilah yang disebut dengan istilah hijrah dengan hati. Adapun yang kedua ; hijrah secara lahiriyah yaitu dengan menyelamatkan agamanya dari terpaan fitnah-fitnah/kerusakan, kekacauan, dan kerancuan (lihat Fath al Bari, oleh Al Hafizh Ibnu Hajar)

Dengan demikian, hijrah kepada Allah maknanya adalah meninggalkan apa-apa yang dibenci Allah menuju apa-apa yang dicintai-Nya, yaitu meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan.

Mari kita simak kajian fiqh tematik bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Lokasi di Masjid Al-Murabbi, Setrasari, Bandung

Hijrah Menjadi Lebih Baik

Petunjuk Tahiyat Akhir Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Petunjuk Bacaan Tahiyad Akhir

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya. Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Petunjuk Bacaan Tahiyat Akhir – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Pada tahiyat atau tasyahud akhir, duduknya adalah secara tawaruk, yaitu: duduk dengan menghamparkan kaki kiri ke samping kanan, mendudukan pantat di atas lantai, menegakkan kaki kanan serta menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat. Cara duduk seperti ini dilakukan oleh Imam Syafi’i.

Dari Abdullah bin Zubair radhiyallahu anhu, dia berkata:
“Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika duduk dalam shalatnya, meletakkan kaki kirinya di antara paha dan betisnya, dan meluruskan posisi kaki kanannya tepat di atas paha kanannya sambil mengangkat jari telunjuknya.” (HR. Muslim)

“Di dalam tasyahud akhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan duduk tawaruk.” (HR. Bukhari)

“Duduk tawaruk yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan cara membentangkan paha sebelah kiri di atas lantai, lalu mengeluarkan kedua telapak kaki dari arah yang sama.” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi)

“Duduk tawaruk tersebut yaitu meletakkan kaki kiri di bawah paha dan betisnya.” (HR. Muslim dan Abu ‘Awanah)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegakkan kaki kanannya.” (HR. Bukhari)

“Beliau terkadang membentangkannya.” (HR. Muslim dan Abu ‘Awanah)

Berkaitan dengan tahiyat akhir, mari kita simak kajian Petunjuk bacaan tahiyat akhir bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. Ma

Petunjuk Bacaan Tahiyad Akhir