Category: Kajian Tematik

Kajian islam menarik yang disajikan dengan tema pilihan yang komprehensif.

Hijrah Menjadi Lebih Baik Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Hijrah Menjadi Lebih Baik

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Fiqh Tematik : Hijrah Menjadi Lebih Baik – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. Adapun orang yang berhijrah adalah orang yang hijrah meninggalkan larangan-larangan Allah” (HR. Bukhari)

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, di dalam hadits yang agung ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hakikat keislaman itu diwujudkan dengan kepasrahan/istislam kepada Allah, menunaikan kewajiban kepada-Nya, serta menunaikan hak-hak sesama muslim. Selain itu, hadits ini menunjukkan bahwa terdapat hijrah yang hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim, yaitu hijrah meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan. Kewajiban hijrah semacam ini tidak pernah gugur darinya dalam keadaan bagaimana pun (lihat Bahjah al Qulub al Abrar, oleh Syaikh As Sa’di)

Hijrah yang dimaksud di dalam hadits ini mencakup dua bagian. Pertama; hijrah secara batin, yaitu dengan meninggalkan bujukan-bujukan hawa nafsu yang menyeret kepada keburukan dan meninggalkan rayuan setan. Inilah yang disebut dengan istilah hijrah dengan hati. Adapun yang kedua ; hijrah secara lahiriyah yaitu dengan menyelamatkan agamanya dari terpaan fitnah-fitnah/kerusakan, kekacauan, dan kerancuan (lihat Fath al Bari, oleh Al Hafizh Ibnu Hajar)

Dengan demikian, hijrah kepada Allah maknanya adalah meninggalkan apa-apa yang dibenci Allah menuju apa-apa yang dicintai-Nya, yaitu meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan.

Mari kita simak kajian fiqh tematik bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Lokasi di Masjid Al-Murabbi, Setrasari, Bandung

Hijrah Menjadi Lebih Baik

Petunjuk Tahiyat Akhir Ustadz Adi Hidayat AkhyarTV

Petunjuk Bacaan Tahiyat Akhir

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Petunjuk Bacaan Tahiyat Akhir – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Pada tahiyat atau tasyahud akhir, duduknya adalah secara tawaruk, yaitu: duduk dengan menghamparkan kaki kiri ke samping kanan, mendudukan pantat di atas lantai, menegakkan kaki kanan serta menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat. Cara duduk seperti ini dilakukan oleh Imam Syafi’i.

Dari Abdullah bin Zubair radhiyallahu anhu, dia berkata:
“Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika duduk dalam shalatnya, meletakkan kaki kirinya di antara paha dan betisnya, dan meluruskan posisi kaki kanannya tepat di atas paha kanannya sambil mengangkat jari telunjuknya.” (HR. Muslim)

“Di dalam tasyahud akhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan duduk tawaruk.” (HR. Bukhari)

“Duduk tawaruk yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan cara membentangkan paha sebelah kiri di atas lantai, lalu mengeluarkan kedua telapak kaki dari arah yang sama.” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi)

“Duduk tawaruk tersebut yaitu meletakkan kaki kiri di bawah paha dan betisnya.” (HR. Muslim dan Abu ‘Awanah)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegakkan kaki kanannya.” (HR. Bukhari)

“Beliau terkadang membentangkannya.” (HR. Muslim dan Abu ‘Awanah)

Berkaitan dengan tahiyat akhir, mari kita simak kajian Petunjuk bacaan tahiyat akhir bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. Ma

Petunjuk Bacaan Tahiyat Akhir

Hukum Ramalan Ustadz Adi Hidayat AkhyarTV

Hukum Ramalan

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hukum Ramalan – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Banyak hadits shahih yang diriwayatkan yang menjelaskan haramnya perbuatan semacam itu, di antaranya: Dari Shafiyyah bin Abi Ubaid, dari salah seorang isteri Nabi diriwayatkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang mendatangi peramal, menanyakan kepadanya sesuatu, lalu mempercayainya, shalatnya tidak akan diterima empat puluh hari lamanya.”

Diriwayatkan oleh Muslim dalan Shahihnya. Dari Qubaishah bin Al-Mukhariq juga diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Iyafah, Ath-Thair dan Az-Zajr.” Diriwayatkan oleh Abu dawud dengan sanad yang hasan.

Abu Dawud menjelaskan: “Az-Zajr yakni menarik burung. Yakni meramal kesialan atau keberuntungan dengan terbangnya burung itu. Bila ia terbang ke sebelah kanan, ia akan merasa optimis akan beruntung. Tapi kalau terbang ke kiri, berarti alamat sial.

Sementara Al-Jauhari menjelaskan: “Iyafah, Khatt dan Thorq adalah kata-kata yang diperuntukkan kepada berhala, peramal dan tukang sihir atau yang semacam itu.”
Dari Ibnu Abbas -Radhiallahu ‘anhuma– diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang mengambil ramalan dari bintang berarti ia telah mempelajari bagian dari ilmu shihir, semakin banyak ia mempelajarinya semakin dalam ilmu sihirnya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih.

Dan ternyata masyaAllah masih banyak lagi hadits yang menjelaskan tentang hukum ramalan dari seorang peramal, mari kita simak kajian selengkapnya mengenai Hukum Ramalan bersama Ustadz Adi Hidayat Lc MA

Hukum Ramalan

Sholat Sunnah Rasullulah Ustadz Adi Hidayat AkhyarTV

Sholat Sunnah Rasulullah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Sholat Sunnah Rasulullah – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Sholat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi mukimin maupun dalam perjalanan. Shalat itu sendiri merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Islam didirikan atas lima sendi (tiang) salah satunya adalah shalat, sehingga barang siapa mendirikan sholat ,maka ia mendirikan agama Islam, dan barang siapa meninggalkan shalat,maka ia meruntuhkan agama Islam.

Sholat harus didirikan dalam satu hari satu malam minimal sebanyak lima kali, dan jumlahnya adalah 17 rakaat. Sholat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf baik yang sedang sehat maupun yang sedang sakit.

Selain shalat wajib 17 rakaat masih banyak sholat sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Masing-masingnya memiliki nilai pahala yang besar apa bila mengerjakannya. Lantas apa saja sholat sunnah rasulullah tersebut? Mari kita simak kajian islam Ust. Adi Hidayat, Lc. MA mengenai sholat sunnah rasullullah.

Sholat Sunnah Rasulullah

Penjelasan Isbal Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Penjelasan Isbal

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Penjelasan Isbal – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Isbal secara bahasa adalah masdar dari “asbala”, “yusbilu-isbaalan”, yang bermakna “irkhaa-an”, yang artinya; menurunkan, melabuhkan atau memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ibnul ‘Aroby rahimahullah dan selainnya adalah ; memanjangkan, melabuhkan dan menjulurkan pakaian hingga menutupi mata kaki dan menyentuh tanah, baik karena sombong ataupun tidak. [Lihat Lisanul ‘Arob, Ibnul Munzhir 11/321, Nihayah Fi Gharibil Hadits, Ibnul Atsir 2/339]

Salah satu kewajiban seorang muslim adalah meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala perkara, termasuk dalam masalah pakaian. Rasulullah telah memberikan batas-batas syar’I terhadap pakaian seorang muslim, perhatikan hadits-hadits berikut:.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Keadaan sarung seorang muslim hingga setengah betis, tidaklah berdosa bila memanjangkannya antara setengah betis hingga di atas mata kaki. Dan apa yang turun dibawah mata kaki maka bagiannya di neraka. Barangsiapa yang menarik pakaiannya karena sombong maka Alloh tidak akan melihatnya” [Hadits Riwayat. Abu Dawud 4093, Ibnu Majah 3573, Ahmad 3/5, Malik 12. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Misykah 4331]

Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.
“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang otot betisku lalu bersabda, “Ini merupakan batas bawah kain sarung. Jika engkau enggan maka boleh lebih bawah lagi. Jika engkau masih enggan juga, maka tidak ada hak
bagi sarung pada mata kaki” [Hadits Riwayat. Tirmidzi 1783, Ibnu Majah 3572, Ahmad 5/382, Ibnu Hibban 1447. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 1765]

Mengetahui beberapa kutipad hadist diatas mari kita menyimak secara lengkap penjelasan isbal bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Semoga bermanfaat!

Penjelasan Isbal

Menyikapi Berita Hoax

Menyikapi Berita Hoax

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Menyikapi Berita Hoax – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya. Suatu pemberitaan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap; dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu

Menurut pandangan psikologis, ada sebuah faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax. Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki. Secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi sehingga cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut. Hal ini dapat diperparah jika si penyebar hoax memiliki pengetahuan yang kurang dalam memanfaatkan internet guna mencari informasi lebih dalam atau sekadar untuk cek dan ricek fakta.

Lantas bagaimana jika kita tahu kebenaran dari berita tersebut? Bagaimana cara yang tepat sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah ketika menyikapi berita hoax? Mari kita simak kajian singkat bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam menyikapi berita hoax.

Menyikapi Berita Hoax

Isyarat Sains dalam Al-Qur'an

Isyarat Sains dalam Al-Quran & Sunnah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Isyarat Sains dalam Al-Qur’an – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).

Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya :

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)

Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.

Berikut beberapa fakta ilmiah Al-Qur’an berupa Isyarat Sains yang akan dipaparkan oleh Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Isyarat Sains dalam Al-Quran & Sunnah

Kemudahan Mencari Rizki Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Petunjuk Kemudahan Mencari Rizki

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Petunjuk Kemudahan Mencari Rizki

Syariat Islam yang agung sangat menganjurkan kaum muslimin untuk melakukan usaha halal yang bermanfaat untuk kehidupan mereka, dengan tetap menekankan kewajiban utama untuk selalu bertawakal (bersandar/berserah diri) dan meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala dalam semua usaha yang mereka lakukan.

Allah Ta’ala berfirman,

{فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumu’ah:10).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menekankan agar umatnya mencari harta yang halal. Pasalnya, ada dua pertanyaan yang terarah berkaitan dengan harta itu, tentang asal harta dan bagaimana membelanjakannya. Dalam hadits Abu Barzah Al Aslami Radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا وَضَعَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ

“Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat, sampai ia ditanya tentang empat perkara. (Yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia mendapatkannya dan kemanakah ia meletakkannya, dan tentang ilmunya, apakah yang telah ia amalkan”. [HR At Tirmidzi dan Ad Darimi].

Dari keterangan diatas, masih banyak lagi petunjuk tentang kemudahan mencari rizki yang sudah dijamin oleh Allah kepada setiap makhluknya. Simak kajian berikut ini tentang petunjuk kemudahan mencari rizki bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Petunjuk Kemudahan Mencari Rizki

Fiqh Syaithan Faktor Perusak Fitrah Manusia Ust Adi Hidayat AkhyarTV

Fiqh Syaithan : Faktor Perusak Fitrah Manusia

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Fiqh Syaithan  : Faktor Perusak Fitrah Manusia

Berbicara tentang fitrah manusia, pada dasarnya tidak lepas dari konsep tentang asal mula kejadian manusia itu sendiri. Mengetahui asal kejadiannya merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Hal ini dikarenakan pengetahuan tersebut merupakan titik tolak dalam menetapkan pandangan hidupnya. Manusia yang tidak memahami asal kejadiannya akan mengalami kesulitan dalam menentukan pandangan hidupnya.

Secara etimologis, fitrah berasal dari istilah arab “fathara” yang bersinonim dengan istilah “khalaqa” dan “ansyaa” yang memiliki arti mencipta. Di dalam Al-Quran, penggunaan tiga istilah ini menunjukkan makna atau pengertian menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum ada yang memerlukan penyempurnaan.

Fitrah berarti bersih tanpa dosa dan noda, baik dalam hal akal maupun nafsunya. Dengan kata lain, manusia yang fitrah adalah manusia yang masih bersih dari dosa. Dengan fitrah ini, manusia mampu mengembangkan kekuatan jiwanya untuk mengenal dan mengetahui Allah secara lebih dekat sebagai Tuhan yang telah menciptakannya.

Namun seiring dengan bertambahnya usia manusia, fitrah manusia ini sangat mudah rusak dan meleset dari aslinya. Apakah yang menyebabkan rusaknya fitrah manusia? Apakah ini semua murni hanya ulah dari syaithan? Mari kita simak penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai fiqh syaithan : salah satu faktor perusak fitrah manusia.

Fiqh Syaithan : Faktor Perusak Fitrah Manusia

Hukum Musik Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Hukum Musik

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hukum Musik – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Musik itu adalah segala suara yang menghasilkan irama. Musik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu yang tidak menggunakan alat dan menggunakan alat. Sejak dahulu kala, bangsa arab lebih terbiasa membuat syair tanpa menggunakan alat musik, yang dimana syair itu sendiri unsurnya tercipta dari suara yang menghasilkan irama-irama. Syair yang terbentuk dari susunan irama (musik) tersebut sangat populer di zaman itu, bahkan hingga di adakannya ajang pamer kreatifitas antara para pembuat syair. Mereka saling menyombongkan karya syair mereka setiap hari jum’at (dulu bukan hari jum’at). Siapapun yang memiliki karya syair dengan irama terbaik akan menjadi panutan dan contoh (naik derajat sosialnya).

Bagi para pembuat syair, jika mereka membuat syair tidak memiliki irama-irama (musik), maka syair itu akan di nyatakan sebagai aib oleh dirinya dan khalayak ramai. Oleh karena itu, mulailah para pembuat syair berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat seperti lembah, sungai, pegunungan, dan semacamnya, hanya untuk mendapatkan inspirasi untuk membuat syair!

Dengan alih mencari inspirasi  irama syair, mereka bahkan melupakan tuhan mereka, mereka meninggalkan ibadah mereka, mereka jauh dari ketetapan Allah, mereka juga menjauhkan orang lain dari Allah dengan menyajikan syair yang tidak bermanfaat.

Semua itu semata hanya untuk kepentingan yang bahkan dia sendiri tidak mengerti manfaatnya.

Sejak saat itulah, turun wahyu mengenai perilaku para pembuat syair. Bahkan ada surat khusus yang membahas tentang celakanya para pembuat syair, Al-Qur’an Surat As-Shu’ara (26) yang dalam bahasa indonesia adalah jamak dari kata pembuat syair, yaitu Para Penyair. Kebiasaan buruk mereka di cela oleh Allah swt.

Bisa di kaji pada QS. As-Shu’ara Ayat 224 – 227.

Lantas dari contoh tersebut diatas, apakah arti musik itu sebenarnya? Apakah hukum musik itu sendiri? Bagaimana sikap hukum yang harus di ambil sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah? Mari kita simak penjelasan oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA berkaitan dengan Hukum Musik.

Hukum Musik