Category: Kajian Tematik

Kajian islam menarik yang disajikan dengan tema pilihan yang komprehensif.

Ber-Islam di Negara Minoritas Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Ber-Islam di Negara Minoritas

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Ber-Islam di Negara Minoritas – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Ber-Islam yang baik itu selain menjadi pribadi yang lebih baik setelah menerapkan nilai-nilai Islam, tapi juga memberikan perubahan yang baik terhadap lingkungan disekitar.

Pertama kali Nabi sallallahu alaihi wasallam diberi tugas oleh Allah untuk mengamalkan atau mempraktekan nilai-nilai Islam, pada saat itu kota tempat Nabi tinggal mayoritasnya belum memeluk agama Islam. Bahkan lebih tepatnya, hanya Nabi seorang diri sajalah yang telah menjalankan nilai-nilai Islam. Hal ini tentunya lebih berat dibandingkan kondisi saudara kita yang berada di negara minoritas seperti yang berada di benua Eropa atau Amerika. Tapi keluar dari kondisi Nabi yang sulit itu, Allah telah memberikan suatu tuntunan yang dahsyatnya, dapat mengeluarkan seluruh nilai-nilai Islam di setiap aktifitas yang dilakukan oleh Nabi, sehingga nilai-nilai tersebut dapat di rasakan oleh orang lain dan tidak jarang mereka-pun memeluk Islam setelahnya.

Lantas bagaimanakah cara menerapkan nilai-nilai ke-Islaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari di negara yang muslimnya minoritas? Mari kita simak kajian selengkapnya bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai Ber-Islam di negara minoritas.

Ber-Islam di Negara Minoritas

Kenapa Sholat Dzuhur Ashar Tidak Bersuara Ust Adi Hidayat, Lc. MA

Kenapa Sholat Dzuhur & Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)?

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Kenapa Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)?

Nabi sallallahu alaihi wasallam mencontohkan ketika sedang sholat Dzuhur & Ashar, bacaan beliau selalu di sirrkan atau tidak bersuara sama sekali. Sirr itu sendiri berasal dari asal kata ‘rahasia’. Yang berarti bacaan yang telah disirrkan tersebut tidak boleh ada yang mendengarnya. Hanya diri sendirilah yang boleh mengetahui bacaan yang telah disirrkan. Makanya diambilah kata ‘disirrkan’ ini kedalam bacaan sholat Dzuhur dan Ashar dengan artian, pelan atau rahasia, maka makmum ataupun yang berada disamping sholat kita itu jangan sampai ada yang bisa mendengar bacaan yang telah disirrkan itu.

Tapi kenapa sholat Dzuhur dan Ashar bacaan disirkan, sedangkan Magrib, Isya dan Shubuh tidak?

Adapun bacaan sholat Dzuhur dan Ashar yang disirrkan ini memiliki sebuah pendekatan dari sisi hikmah.

Mari kita simak kajian selengkapnya mengenai “Kenapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam program rutin setiap malam kamis, Al-Qur’an Sunnah Solution di Masjid Al-Ihsan PTM VJS, Bekasi Selatan

Kenapa Sholat Dzuhur & Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)?

Do'a Sebelum Wudhu Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Do’a Sebelum Wudhu

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Do’a Sebelum Wudhu – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Saat akan wudhu seorang muslim dianjurkan untuk berdo’a terlebih dahulu. Namun sebelum mengetahui doa wudhu itu, harus dipahami dan dimengerti makna dari Wudhu itu sendiri. Sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah : Ayat 6)

Lantas apa sebetulnya makna dari wudhu? Bagaimana cara kita berdoa sebelum wudhu? Apa saja dalil dan hadits terkait dengan wudhu? Mari kita simak kajian selengkapnya mengenai doa wudhu bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dari Masjid Al-Ihsan, PTM VJS, Bekasi Selatan dalam program rutin setiap Kamis Malam “Al-Qur’an Sunnah Solution”.

Do’a Sebelum Wudhu

Cara Cepat Dikabulkan Do'a Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Cara Cepat Dikabulkan Do’a

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Cara Cepat Dikabulkan Do’a – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Agar do’a yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah, yang menjadi persoalan bukanlah di lafadz “Amin”nya ketika seseorang telah selesai berdo’a. Kata amin itu sendiri sebetulnya bersanding dengan 1 hal yang sangat utama. Dimana hal tersebut keterangannya terletak di QS. Al-Fatihah: 5 – iyya kana’budu wa iyya kanasta’in.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami ibadahi, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Maka Al-Qur’an menegaskan bagi setiap hamba yang berdo’a, memohon, ataupun meminta pertolongan.  Dahulukanlah do’a tersebut dengan iyya kana’budu, bahwa kita ibadah hanya kepada Allah.

Ibadah, disini yang perlu dipahami, sudah sampai dimanakah letak ketaatan ibadah seseorang kepada Allah? Apakah ibadah sudah maksimal di pandangan Allah? Mungkinkah hanya dengan amalan yang telah dikerjakan diri kita sudah pantas untuk meminta pertolongan kepada Allah?

Mari kita simak tips selengkapnya dalam kajian tematik “cara cepat dikabulkan do’a” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.

Cara Cepat Dikabulkan Do’a

Menghargai Perbedaan Madzhab Ust. Adi Hidayat, lc. MA AkhyarTV

Menyatukan Ummat, Menghargai Perbedaan Madzhab

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Menyatukan Ummat, Menghargai Perbedaan Madzhab

Mengapa dalam fiqih umat islam terjadi banyak perbedaan? Apakah perbedaan dalam fiqih Islam menunjukkan perpecahan umat Islam?

Pada hakikatnya setiap manusia telah diberi Allah akal untuk berfikir. Likulli ro’sin ro’yun (setiap manusi mempunyai ide). Bayangkan saja jika tiap manusia memiliki ide yang berbeda-beda, jika saja dikalikan dengan jumlah manusia yang ada di dunia ini, akan banyak ide yang terkumpul. Tidak mustahil pula jika ide-ide tersebut sejalan antara satu dengan yang lain.

Tentunya setiap madzhab mempunyai dalil-dalil sendiri yang menguatkannya. Dan kita selayaknya agar mempelajari dan memahami dalil tiap madzhab sebelum mengerjakannya agar tidak terjadi perpecahan didalam ummat. Seperti apa yang akan disampaikan oleh Ust. Adi Hidayat didalam kajian tematiknya, untuk selalu menyatukan ummat dan menghargai perbedaan madzhab.

Selanjutnya, mari kita simak kajian mengenai “Menyatukan Ummat, Menghargai Perbedaan Madzhab” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Menyatukan Ummat, Menghargai Perbedaan Madzhab

Fiqh Aulawiyat Sunnah Memelihara Jenggot Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Fiqh Aulawiyat “Jenggot”

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Fiqh Aulawiyat “Jenggot” – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Memelihara jenggot adalah sunnah dari nabi. Dimana sunnah itu sendiri jika ditinggalkan seseorang tidak akan berdosa, dan jika dikerjakan maka balasannya adalah pahala. Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang Sunnah Memelihara Jenggot, salah satunya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

Potong pendeklah kumis dan peliharalah jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

Namun, bagaimanakah ketika sudah sangat ingin mengikuti sunnah tersebut, namun tidak dapat mengerjakan lantasan ada peraturan ketat dari tempat kerja atau kantor yang melarang untuk memelihara jenggot?

Mari kita simak pembahasan dari Ust. Adi Hidayat, Lc. MA – Fiqh Aulawiyat atau Fiqh Priotas tentang Sunnah Memelihara Jenggot dalam sebuah acara tanya jawab islam, Al-Qur’an Sunnah Solution.

Fiqh Aulawiyat “Jenggot”

Long Road To Jannah Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Long Road To Jannah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Long Road to Jannah – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Arti Jannah dalam bahasa Arab ditulis جنّة‎ adalah sebagai konsep dari surga dalam ajaran agama Islam. Di dalam eskatologi Islam, setelah kematian seseorang akan tetap di dalam alam kubur (barzakh) sampai ‘Hari Kebangkitan’ (Yawm al-Qiyāmah).

Di dalam syariat Islam, bahwa perlakuan tiap orang di alam barzakh, tergantung pada amal (perbuatan) seseorang itu sendiri. Kata Janah dalam bahasa Arab memiliki arti “Kebun”, maka dalam bahasa Al-Qur’an berarti “Kebun Surga”.

Dalam bahasa arab Jannah adalah kata jamak dari kata Jinan, yang berarti kebun atau taman. Dimana kebun atau taman tersebut adalah tempat yang kekal diakhirat, yang diperuntukan bagi hamba Allah yang beriman dan beramal shaleh, tempat yang memberikan kenikmatan yang belum pernah dirasakan di dunia dan sebagai balasan untuk amalannya yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini sesuai dengan gambaran Al-Jannah dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an melukiskan Al-Jannah sebagai surga, yaitu sebuah tempat yang sangat indah, yang dipenuhi oleh pepohonan yang rindang, sungai yang airnya mengalir jernih, dan segala bentuk keindahan yang lainnya.

Jadi, Arti Jannah adalah tempat yang sangat indah yang tak pernah bisa dibayangkan oleh manusia, atau yang sering disebutkan sebagai surga. Dimana didalamnya terdapat semua yang menyenangkan dan memikat hati dan pandangan mata.

Mari kita simak penjelasan Ust. Adi Hidayat, Lc. MA tentang long road to jannah.

Long Road To Jannah

Cara Bangun Tidur Nabi Ustadz Adi Hidayat AkhyarTV

Cara Bangun Tidurnya Nabi

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Cara Bangun Tidurnya Nabi – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Sebagai umat Islam, kita memiliki Nabi Muhammad sebagai panutan untuk menjalani hidup. Apalagi, Nabi Muhammad memiliki gaya hidup yang sehat, penuh kebaikan, penuh dengan kesederhanaan dan jauh dari ketamakan. Dengan menjalani hidup seperti Nabi Muhammad menjalani hidup, insha Allah kita akan selalu berada dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari godaan syaithan.

Bangun tidur di pagi hari merupakan salah satu nikmat Allah yang senantiasa harus kita syukuri. Oleh karena itu sepantasnyalah kita sebagai seorang muslim harus menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepadanya. Salah satu sunnah yang paling populer ketika Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam ketika bangun tidur. Cara Bangun Tidurnya Nabi!

Membaca Do’a Bangun Tidur

Setiap pagi setelah bangun tidur, Nabi Muhammad mengucapkan doa yang sekarang kita kenal sebagai doa bangun tidur yang berbunyi:

Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilaihinnusyuur.

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia mewafatkan (menidurkan) kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari)

Untuk selengkapnya, mari kita simak kajian oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai cara bangun tidur Nabi.

Cara Bangun Tidurnya Nabi

Bahagia Bersama Al-Qur'an Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Bahagia Bersama Al-Qur’an & Sunnah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Bahagia Bersama Al-Qur’an & Sunnah – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Allah ta’ala berfirman (yang artinya, Barangsiapa yang mengikuti petunjuk dari-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka (QS. Thaha: 123)

Lantas, apa yang dimaksud dengan ‘mengikuti petunjuk’ tersebut?

Sesungguhnya orang yang mengikuti petunjuk Allah atau mengikuti tuntunan al-Qur’an adalah orang yang senantiasa membenarkan apa saja yang dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik berkaitan dengan masa lalu atau masa depan. Demikian pula dia akan menerima berita-berita tersebut tanpa menolak atau menyimpangkan maksudnya. Selain itu, orang yang benar-benar mengikuti petunjuk Allah akan menundukkan hawa nafsunya kepada syari’at Allah. Sebab, dia menyadari bahwa segala yang diperintahkan Allah (syari’at-Nya) adalah mendatangkan kebaikan dan keselamatan bagi dirinya dan bahkan seluruh umat manusia.

Ingin hidup bahagia? Mari bersama-sama kita pelajari Al-Qur’an dan Sunnah, serta terus berupaya untuk menerapkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Selamat berjuang! Simak kajian mengenai Bahagia Bersama Al-Quran dan Sunnah bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Bahagia Bersama Al-Qur’an & Sunnah

Cara Berdoa Nabi Setelah Sholat Ustadz Adi Hidayat AkhyarTV

Cara Berdo’a Nabi Setelah Sholat

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Cara Berdoa Nabi Setelah Sholat – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Berdoa adalah senjatanya orang mukmin. Berdoa dapat dilakukan dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Namun, seringkali seseorang hanya memanjatkan doa ketika mereka sedang mengalami masalah atau kesulitan. Berdoa hendaknya senantiasa dilakukan baik dalam keadaan gembira, senang, susah atau dalam kesulitan dan masalah untuk meminta petunjuk, perlindungan dan pertolongan-Nya.

Sering kali orang berdoa baik sendirian ataupun secara berjamaah atau bersama-sama seiring atau bersamaan dengan adanya suatu hajatan atau peristiwa. Suatu contoh hajatan pernikahan, ketika upacara, ketika mau mulai pelajaran di sekolah, ketika mau tidur, ketika berulang tahun, ketika membangun rumah, dan kejadian-kejadian lainnya. Doa tersebut tentunya harus memperhatikan hal-hal tertentu agar tata cara berdoa yang baik dan benar sesuai dengan ajaran dalam Al-Qur’an dan dalil Hadits Nabi Muhammad saw. Berikut salah satu hadits yang populer mengenai cara berdoa nabi dengan mengangkat kedua tangannya.

Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa”. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud].

Selanjutnya, mari kita simak kajian tentang cara berdoa nabi setelah sholat bersama Ustadz Adi Hidayat. Lc. MA.

Cara Berdo’a Nabi Setelah Sholat