Category: Kajian Spesial

Kajian khusus pada hari spesial, idul fitri, idul adha, gerhana matahari, sejarah islam nusantara, dll

Khutbah Idul Adha 1438 H Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Khutbah Idul Adha 1438 Hijriah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Khutbah Idul Adha – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Idul Adha (hari raya Kurban) merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah tahun Hijriyah. Seluruh umat Islam mengagungkan nama kebesaran Allah, takbir selama empat hari berturut-turut. Idul Adha selalu memberikan makna bagi setiap umat Islam. Bahkan dalam batas-batas tertentu memiliki makna juga bagi umat lain, karena Idul Adha memiliki misi kemanusiaan yang bersifat universal.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Setelah melakukan sholat ied, maka naiklah khatib ke atas mimbar untuk memberikan pesan dan khutbah mengenai makna dan esensi Idul Adha. Berikut ini mari kita simak khutbah idul adha tahun 2017 oleh Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Khutbah Idul Adha 1438 Hijriah

Tuntunan Idul Adha Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Tuntunan Praktis Idhul Adha

Video Error : No Playable Source?

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Video Tidak Dapat Di Play!

Silahkan hubungi admin, melalui link disini.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Tuntunan Praktis Idul Adha – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih). Hadits ini menunjukkan bahwa kaum muslimin hanya memiliki dua hari raya tahunan, salah satunya adalah Idul Adha.

Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Bagaimanakah tuntunan melaksanakan ibadah di hari raya idul adha sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah? Mari kita simak penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai Tuntunan Praktis Idul Adha agar insyaAllah kita dapat melakukan segala aktifitas ibadah sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

Tuntunan Praktis Idhul Adha

Persoalan Seputar Puasa Syawal Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Persoalan Seputar Puasa Syawal

Video Error : No Playable Source?

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Video Tidak Dapat Di Play!

Silahkan hubungi admin, melalui link disini.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Persoalan Seputar Puasa Syawal – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Hadits Shahih tentang Puasa Syawal

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه

Dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah].

Bagi kaum hawa dan sebagian muslim yang memilki keterbatasan secara fisik, melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan sangat sulit untuk dipenuhi dalam satu bulannya.

Jika setelah Ramadan, ingin melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, apakah wajib membayar puasa Ramadhan dahulu, baru setelah itu mengerjakan puasa enam hari puasa Syawal atau boleh langsung mengerjakan puasa enam hari baru kemudian membayar puasa Ramadhan?

Apakah boleh membayar puasa Ramadhan dan puasa enam hari dalam satu niat?

Semua pertanyaan tersebut yang sering menjadi topik ummat akan dibahas oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam sebuah kajian spesial, yaitu Persoalan Seputar Puasa Syawal. Markita simak dan mudah-mudahan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat kelak saat kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan dan ibadah sunnah puasa syawal.

Persoalan Seputar Puasa Syawal

Teman Sholeh Syafaat Hari Kiamat Ust Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Temanmu Syafaatmu di Hari Kiamat

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Temanmu Syafaatmu Kelak di Hari Kiamat

Memiliki teman yang sholeh, selalu membantu kapanpun kita butuhkan dalam hal kebaikan, sholat pun diimami olehnya, buka puasa bersama dengannya, kadang sering diingatkan untuk selalu berbuat kebaikannya olehnya, bukankah itu adalah teman yang kita damba-dambakan? Seorang teman yang dapat menjadi syafaat hari kiamat nanti.

Maka saat anda nanti telah meninggal dan teman sholeh anda pun telah meninggal. Ternyata teman tersebut tidak dapat menemukan anda di surga. Maka dia akan memohon kepada Allah, “Ya Allah, dia adalah kawan saya ya Allah, dia adalah saudara saya ya Allah. Kami selalu mengerjakan kebaikan bersama saya, saya sering berangkat ta’lim bersama dia ya Allah, tidak pernah kami lalai dalam perintahmu ketika sedang bersama ya Allah. Mohon jangan pisahkan kami ya Rabb!

Pertanyaanya, sudah pernahkah anda memiliki teman seperti itu? Teman yang akan menjadi syafaat di hari kiamat nanti. Teman yang akan selalu setia menolong dalam segala kebaikan. Kalau belum temukan, cepat cari! Cari hingga menemukan teman sholeh yang semua impikan.

Sebuah kajian islam inspiratif yang akan membuat hati kita tenang dan tentram. Kajian bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA akan membahas teman setia, teman sholeh, teman yang akan menjadi syafaat hari kiamat, teman yang sejati. Mari kita simak kajian berikut ini.

Temanmu Syafaatmu di Hari Kiamat

Islam Dulu dan Sekarang Ustadz Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Islam Dulu dan Kini

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Islam Dulu & Kini – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Pada masa Nabi jumlah umat Islam dulu tidak banyak secara kuantitas namun mereka (umat Islam) pada waktu itu amat berkualitas. Pencapaian (achieved performance) sebagai “khairu ummah” (the best people) dimasa Nabi dikarenakan umat Islam dulu benar-benar memeluk Islam secara kaffah. Al Quran yang merupakan wahyu Allah menjadi petunjuk umat Islam dalam beraktivitas, contoh dan hadist Nabi membimbing umat dalam menjalankan kehidupan. Apabila terjadi persoalan maka penyelesaiannya selalu merujuk pada al Quran dan Hadist Nabi. Allah sendiri berjanji akan menolong umat Islam dan menegakkan kedudukan atau kejayaannya jika menolong agama Allah dengan menyebarkan berdakwah menegakkan kalimat tauhid.

Para sahabat sungguh-sungguh “samina wa atona”. Jika terjadi persoalan mereka kembali pada apa yang diajarkan dalam al Quran. Sekiranya mereka belum merasa paham maka mereka segera bertanya kepada Nabi. Apabila Nabi telah memutuskan tentang hal dan perkara yang diajukan, mereka pun taat mematuhinya. Demikianlah kondisi umat Islam di masa Nabi, tidak neko-neko dan tidak membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit. Demikian tertib dan patuhnya mereka sehingga kejayaan Islam mudah diraih. Namun sekarang, umat islam yang secara kuantitas sangat banyak ini apakah telah benar-benar mencontoh perilaku para sahabat dahulu?

Mari kita simak penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA tentang Islam Dulu & Sekarang.

Islam Dulu dan Kini

Trik Tips Menikah Ustadz Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Tips dan Trik Menikah

Video Error : No Playable Source?

Video Player cropped (tidak utuh)?

Biasa terjadi untuk pengguna Internet Explorer lama atau Browser bawaan android. Silahkan masuk ke Halaman Live Streaming

Video Tidak Dapat Di Play!

Silahkan hubungi admin, melalui link disini.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Kajian Spesial : Tips Menikah oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya yang akan memasuki jenjang pernikahan, lengkap dengan tata cara atau aturan-aturan Allah Subhanallah. Sehingga mereka yang tergolong ahli ibadah, tidak akan memilih tata cara yang lain. Namun di masyarakat kita, hal ini tidak banyak diketahui orang.

Pada risalah yang singkat ini, kami akan mengungkap tata cara penikahan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hanya dengan cara inilah kita terhindar dari jalan yang sesat (bidah). Sehingga orang-orang yang mengamalkannya akan berjalan di atas landasan yang jelas tentang ajaran agamanya karena meyakini kebenaran yang dilakukannya. Dalam masalah pernikahan sesunggguhnya Islam telah mengatur sedemikian rupa. Dari mulai bagaimana mencari calon pendamping hidup sampai mewujudkan sebuah pesta pernikahan. Walaupun sederhana tetapi penuh barakah dan tetap terlihat mempesona. Islam juga menuntun bagaimana memperlakukan calon pendamping hidup setelah resmi menjadi sang penyejuk hati.

Lantas bagaimana sebenarnya tips dan trik menikah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah? Mari kita simak kajian Tips Menikah bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Tips dan Trik Menikah

Shalat Sunnah Rawatib Saat Khutbah Jum'at Ust Adi Hidayat AkhyarTV

Shalat Sunnah Rawatib Saat Khutbah Jum’at

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Shalat Sunnah Rawatib Saat Khutbah Jum’at – Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Sesungguhnya tidak ada shalat sunnah sebelum shalat Jum’at, karena hal ini tidak ada sunnahnya dari Rasulullah shalallah ‘alaihi wa sallam. Dan yang disyari’atkan adalah seseorang yang memasuki masjid maka hendaknya menunaikan 2 rakaat sunnah tahiyatul masjid, kemudian ia melakukan amal apapun yang mengandung maslahat -yaitu Sebelum naiknya Imam ke mimbar. Jika ia berkehendak dapat melakukan shalat sunnah sekehendaknya, tanpa menetapka bilangan tertentu, atau jika berkehendak untuk duduk setelah melakukan shalat tahiyatul masjid, kemudian berdzikir dan bersholawat kepada Nabi, atau membaca apa saja yang mudah dari Al Qur’an, maka lakukanlah hal tersebut.

Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa meninggalkan shalat sunnah saat sedang khutbah shalat Jum’at adalah lebih utama. Dan bahkan Ibnul Qayyim mengingkari adanya shalat sunnah rawatib sebelum shalat Jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad.

Bagaimana jika kita ingin melaksanakan sholat sunnah rawatib pada saat khtib sudah naik mimbar apakah di dibenarkan atau tidak menurut tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasul SAW

Mari kita simak bersama penjelasan Ust. Adi Hidayat Lc. MA

Shalat Sunnah Rawatib Saat Khutbah Jum’at