Author: akhyar_admin

Hukum Jual Beli Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Hukum Jual Beli Barang & Konsep Dagang Nabi

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hukum Jual Beli Barang & Konsep Dagang Nabi

Sebuah kajian tematik dalam sesi tanya jawab bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai hukum jual beli dan konsep dagang nabi.

Ustadz Adi Hidayat mengisahkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam, sebelum menjadi Nabi dan Rasul adalah seorang pedagang yang mendapatkan barang dagangannya dari saudagar kaya bernama Sayyidah Khadijah. Yang di kemudian hari sayyidah khadijah akhirnya menjadi istri tercinta Nabi dalam kehidupannya.

Nabi berdagang didampingi oleh Maisaroh, dan dalam perjalanan dagangnya, mereka berekspedisi hingga ke Negeri Syam. Nabi dengan kemampuan berdagangnya menerapkan konsep dagang yang Maa syaa Allah, selalu kembali untung, bukan hanya kembali modal. Selain itu, Nabi tidak pernah membuat pesaing dagangnya merasa terganggu, apalagi membuat pelanggannya merasa rugi. Dalam kegiatan jual beli yang diterapkan oleh Nabi, hanya ada satu kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan situasi tersebut, yaitu Pelanggan senang, Nabi untung, Pedagang lainnya nyaman.

Ustadz Adi Hidayat, melanjutkan beberapa kisah tentang bagaimana Nabi serta para sahabat-nya menerapkan konsep dagang yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah hingga akhirnya mendapatkan berkah dan kesuksesan setelah penerapannya berhasil dilakukan.

Lantas bagaimanakah kelanjutan kisah-kisah tersebut? Apa kesimpulan hukum yang bisa diambil dari kisah tersebut?

Selanjutnya, mari kita simak kajian tentang Khilaf Dalam Fiqh Ikhtilaf bersama Ustadz Adi Hidayat. Lc. MA.

Hukum Jual Beli Barang & Konsep Dagang Nabi

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. Adapun orang yang berhijrah adalah orang yang hijrah meninggalkan larangan-larangan Allah” (HR. Bukhari)

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, di dalam hadits yang agung ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hakikat keislaman itu diwujudkan dengan kepasrahan/istislam kepada Allah, menunaikan kewajiban kepada-Nya, serta menunaikan hak-hak sesama muslim. Selain itu, hadits ini menunjukkan bahwa terdapat hijrah yang hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim, yaitu hijrah meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan. Kewajiban hijrah semacam ini tidak pernah gugur darinya dalam keadaan bagaimana pun (lihat Bahjah al Qulub al Abrar, oleh Syaikh As Sa’di)

Hijrah yang dimaksud di dalam hadits ini mencakup dua bagian. Pertama; hijrah secara batin, yaitu dengan meninggalkan bujukan-bujukan hawa nafsu yang menyeret kepada keburukan dan meninggalkan rayuan setan. Inilah yang disebut dengan istilah hijrah dengan hati. Adapun yang kedua ; hijrah secara lahiriyah yaitu dengan menyelamatkan agamanya dari terpaan fitnah-fitnah/kerusakan, kekacauan, dan kerancuan (lihat Fath al Bari, oleh Al Hafizh Ibnu Hajar)

Dengan demikian, hijrah kepada Allah maknanya adalah meninggalkan apa-apa yang dibenci Allah menuju apa-apa yang dicintai-Nya, yaitu meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan.

Mari kita simak kajian fiqh tematik bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Lokasi di Masjid Al-Murabbi, Setrasari, Bandung

Hijrah Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah

Cara Mendidik Anaka Hafaln Al-Qur'an Ustadz Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Cara Mendidik Anak Hafalan Al-Qur’an

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Cara Mendidik Anak Hafalan Al-Qur’an – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

 

Kalimat pengajaran yang di hadirkan di dalam Al-Qur’an Al-Karim, baik untuk diri pribadi ataupun untuk disampaikan ke pada anak memang kalimat pertamanya adalah harus dengan dipaksakan. Karena memang untuk melaksanakan sesuatu yang tidak biasa dikerjakan itu harus dipaksakan dari dalam diri pribadi. Tentunya dipaksakan dalam artian yang baik-baik saja. Dan dari situlah, setelah terbiasa dengan apa yang dilakukan, maka akan muncul suatu kenikmatan dan motivasi yang mana seiringan dengan itu akan timbul pula sebuah ke ikhlasan.

Sama halnya dengan menghafal Al-Qur’an, baik untuk pribadi atau untuk mendidik anak menghafal Al-Qur’an.

Ustadz mencontohkan, ketika seorang siswa akan menempuh ujian sekolah keesokan harinya, kalau tidak dipaksakan untuk belajar dan memahami materi pelajaran, apakah bisa siswa tersebut mendapatkan hasil ujian terbaik? Tentu saja tidak! Namun sayangnya itu hanyalah kepentingan dunia semata.

Lantas bagaimana dengan kepentingan Akhirat? Seperti menghafal Al-Qur’an, belajar dan memahami cara ibadah kepada Allah.

Selengkapnya, mari kita simak video kajian islam berikut bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA tentang Cara Mendidik Anak Menghafal Al-Qur’an.

Cara Mendidik Anak Hafalan Al-Qur’an

Ber-Islam di Negara Minoritas Ust. Adi Hidayat, Lc. MA AkhyarTV

Ber-Islam di Negara Minoritas

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Ber-Islam di Negara Minoritas – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Ber-Islam yang baik itu selain menjadi pribadi yang lebih baik setelah menerapkan nilai-nilai Islam, tapi juga memberikan perubahan yang baik terhadap lingkungan disekitar.

Pertama kali Nabi sallallahu alaihi wasallam diberi tugas oleh Allah untuk mengamalkan atau mempraktekan nilai-nilai Islam, pada saat itu kota tempat Nabi tinggal mayoritasnya belum memeluk agama Islam. Bahkan lebih tepatnya, hanya Nabi seorang diri sajalah yang telah menjalankan nilai-nilai Islam. Hal ini tentunya lebih berat dibandingkan kondisi saudara kita yang berada di negara minoritas seperti yang berada di benua Eropa atau Amerika. Tapi keluar dari kondisi Nabi yang sulit itu, Allah telah memberikan suatu tuntunan yang dahsyatnya, dapat mengeluarkan seluruh nilai-nilai Islam di setiap aktifitas yang dilakukan oleh Nabi, sehingga nilai-nilai tersebut dapat di rasakan oleh orang lain dan tidak jarang mereka-pun memeluk Islam setelahnya.

Lantas bagaimanakah cara menerapkan nilai-nilai ke-Islaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari di negara yang muslimnya minoritas? Mari kita simak kajian selengkapnya bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA mengenai Ber-Islam di negara minoritas.

Ber-Islam di Negara Minoritas

Kajian Kitab Riyadhus Shalihin Bab Ikhlas Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Kitab Riyadhus Shalihin : Bab Ikhlas

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Kitab Riyadhus Shalihin : Bab Ikhlas – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Kajian kitab Riyadhus Shalihin bersama Ustadz Adi Hidayat akan membahas Bab mengenai Ikhlas

باب الإخلاص وإحضار النية في جميع الأعمال والأقوال والأحوال البارزة والخفية

Sebelum memulai kajian, ustadz menyampaikan sebuah muqodimah singkat untuk senantiasa meningkatkan taqwa agar mendapatkan solusi atas segala masalah yang di hadapi dalam kehidupan. Dari muqodimah inilah, seiring dengan meningkatknya taqwa, akan muncul ke-ikhlasan didalam diri kita. Sehingga tidak ada lagi keraguan didalam hati ketika beribadah kepada Allah.

وقَالَ تعالى (آل عمران 29): {قل إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه اللَّه.

Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”(QS. Ali Imron : Ayat 29)

Selanjutnya, Ustadz membacakan dalil dan beberapa kisah yang tertuang didalam kitab Riyadhus Shalihin. Setelah itu memberikan pesan serta makna, terkait dengan esensi dari kisah tersebut. Apa saja kisah yang tertuang di dalam kitab Riyadhus Shalihin tersebut? Bagaimana memaknai kisah tersebut supaya dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita simak Kajian Kitab Riyadhus Shalihin, Bab : Ikhlas bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dari Masjid As-Salam, Jaka Permai – Bekasi Selatan

Kitab Riyadhus Shalihin : Bab Ikhlas

Kenapa Sholat Dzuhur Ashar Tidak Bersuara Ust Adi Hidayat, Lc. MA

Kenapa Sholat Dzuhur & Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)?

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Kenapa Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)?

Nabi sallallahu alaihi wasallam mencontohkan ketika sedang sholat Dzuhur & Ashar, bacaan beliau selalu di sirrkan atau tidak bersuara sama sekali. Sirr itu sendiri berasal dari asal kata ‘rahasia’. Yang berarti bacaan yang telah disirrkan tersebut tidak boleh ada yang mendengarnya. Hanya diri sendirilah yang boleh mengetahui bacaan yang telah disirrkan. Makanya diambilah kata ‘disirrkan’ ini kedalam bacaan sholat Dzuhur dan Ashar dengan artian, pelan atau rahasia, maka makmum ataupun yang berada disamping sholat kita itu jangan sampai ada yang bisa mendengar bacaan yang telah disirrkan itu.

Tapi kenapa sholat Dzuhur dan Ashar bacaan disirkan, sedangkan Magrib, Isya dan Shubuh tidak?

Adapun bacaan sholat Dzuhur dan Ashar yang disirrkan ini memiliki sebuah pendekatan dari sisi hikmah.

Mari kita simak kajian selengkapnya mengenai “Kenapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam program rutin setiap malam kamis, Al-Qur’an Sunnah Solution di Masjid Al-Ihsan PTM VJS, Bekasi Selatan

Kenapa Sholat Dzuhur & Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)?

Fiqh Ikhtilaf Qunut Ustadz Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Fiqh Ikhtilaf : Qunut

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Fiqh Ikhtilaf : Qunut – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Di dalam video kajian kali ini Ustadz Adi Hidayat akan menjabarkan serta menurunkan Dalil dan Kitab para ulama yang menjelaskan mengenai Do’a Qunut. Dimulai dengan memahami definisi dari Qunut, mengetahui latar belakang terjadinya Qunut (Asbab Nuzul & Asbab Wurud), pandangan para ulama (Sahabat & Tabi’in), dan barulah terakhir mendapatkan kesimpulan hukum. Dimana kesimpulan hukum tersebutlah yang nantinya akan menjadi tuntunan praktik ibadah, InsyaAllah.

صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَخَلْفَ عُمَرَ فَقَنَتَ وَخَلْفَ عُثْمَانَ فَقَنَتَ

“Saya sholat di belakang Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam lalu beliau qunut, dan dibelakang ‘umar lalu beliau qunut dan di belakang ‘Utsman lalu beliau qunut”. HR. Al-Baihaqi II/202. Adapun hadits yang terkait dengan do’a qunut berada di dalam HR. Al-Baihaqi : II/210-213.

Selanjutnya Ustadz Adi Hidayat menyampaikan sebuah kisah yang sangat penting terkait dengan Asbab Nuzul dan Asbad Wurud terjadinya Do’a Qunut :

Satu kali, Nabi sallallahu alaihi wasallam di awal-awal masa dakwah Islam, yang belum berkembang secara luas. Beliau mendapati tamu atau utusan dari suatu distrik arab yang menyampaikan satu berita yang sangat membahagiakan. Dikatakan bahwa desa tersebut, penduduknya sepenuhnya telah masuk islam. Berita tersebut sangat membahagiakan Nabi, dari kebahagian tersebut akhirnya utusan tadi meminta kepada Nabi agar dikirimkan utusan untuk membimbing dan mengajarkan penduduk desa tersebut supaya selalu berada dijalan taqwa kepada Allah dan mengenal Islam lebih dalam lagi. Dari permintaan itulah, Nabi-pun akhirnya mengirimkan kurang lebih 70 penghafal Al-Qur’an, dengan harapan dapat memberikan pengajaran dan pencerahan yang baik kepada penduduk distrik tersebut.

Namun selanjutnya, pada saat Nabi sedang sholat di suatu hari, datanglah malaikat menyampaikan kabar bahwa seluruh utusan yang telah dikirimkan ke distrik tersebut malah justru di aniaya dan disiksa. Bahkan tidak jarang dari mereka setelah dianiaya langsung dibawa ke tiang eksekusi.

Maka ditengah khusyuknya sholat, Nabi dari sisi ke Rasulannya dan sisi kemanusiaannya akhirnya langsung berdo’a kepada Allah. Minta kepada Allah untuk segera diberikan hukukman yang setimpal kepada mereka yang telah melakukan makar dan penipuan.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Apa yang menjadikan kisah ini dasar terjadinya Do’a Qunut? Mari kita simak kajian selengkapnya mengenai “Fiqh Ikhtilaf : Qunut” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA

Fiqh Ikhtilaf : Qunut

Do'a Sebelum Wudhu Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Do’a Sebelum Wudhu

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Do’a Sebelum Wudhu – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Saat akan wudhu seorang muslim dianjurkan untuk berdo’a terlebih dahulu. Namun sebelum mengetahui doa wudhu itu, harus dipahami dan dimengerti makna dari Wudhu itu sendiri. Sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah : Ayat 6)

Lantas apa sebetulnya makna dari wudhu? Bagaimana cara kita berdoa sebelum wudhu? Apa saja dalil dan hadits terkait dengan wudhu? Mari kita simak kajian selengkapnya mengenai doa wudhu bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dari Masjid Al-Ihsan, PTM VJS, Bekasi Selatan dalam program rutin setiap Kamis Malam “Al-Qur’an Sunnah Solution”.

Do’a Sebelum Wudhu

Anjuran Berpuasa di Bulan Muharram Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Anjuran Puasa Di Bulan Muharram

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Anjuran Puasa di Bulan Muharram (Al-Harram) – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Ustadz Adi Hidayat dalam kajiannya menjelaskan bahwa puasa di Bulan Muharram atau di bulan Al-Harram adalah salah satu ibadah puasa yang sangat dicintai oleh Allah selain di bulan Ramadhan. Seperti yang di firmankan di QS. At-Taubah ayat 36 :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Apa sajakah 4 bulan haram tersebut? Adakah anjuran dari Nabi untuk meningkatkan ibadah, berpuasa di bulan Al-Harram tersebut? Mari kita simak kajian selengkapnya mengenai Anjuran Puasa di Bulan Muharram.

Anjuran Puasa Di Bulan Muharram

Cara Cepat Dikabulkan Do'a Ust Adi Hidayat Lc MA AkhyarTV

Cara Cepat Dikabulkan Do’a

Video Error : No Playable Source?

Video Error : Crossdomain Access?

Masalah biasa yang terjadi jika player di web akhyartv gagal dimuat. Solusinya, restart browser dan tunggu beberapa saat. Clear cache browser juga. Jika menggunakan mobile gadget, pastikan koneksi yang digunakan memiliki stabilitas yang tinggi.

Video Error : Invalid License Key?

Sedang terjadi galat dari server, silahkan dibuka kembali halaman ini beberapa saat lagi. Atau bisa juga dicoba terlebih dahulu akses kajian ini menggunakan perangkat lainnya.

Bagi pengguna Aplikasi AkhyarTV, silahkan Hapus lalu – Install ulang applikasi AkhyarTV di android.

Butuh bantuan seputar tayangan?

Coba cek halaman bantuan tayangan kami disini. Bantuan Tayangan

Pertanyaan umum!

Coba cek halaman pertanyaan yang paling umum ditanyakan disini. Pertanyaan Umum

Cara Cepat Dikabulkan Do’a – Ust. Adi Hidayat, Lc. MA

Agar do’a yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah, yang menjadi persoalan bukanlah di lafadz “Amin”nya ketika seseorang telah selesai berdo’a. Kata amin itu sendiri sebetulnya bersanding dengan 1 hal yang sangat utama. Dimana hal tersebut keterangannya terletak di QS. Al-Fatihah: 5 – iyya kana’budu wa iyya kanasta’in.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami ibadahi, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Maka Al-Qur’an menegaskan bagi setiap hamba yang berdo’a, memohon, ataupun meminta pertolongan.  Dahulukanlah do’a tersebut dengan iyya kana’budu, bahwa kita ibadah hanya kepada Allah.

Ibadah, disini yang perlu dipahami, sudah sampai dimanakah letak ketaatan ibadah seseorang kepada Allah? Apakah ibadah sudah maksimal di pandangan Allah? Mungkinkah hanya dengan amalan yang telah dikerjakan diri kita sudah pantas untuk meminta pertolongan kepada Allah?

Mari kita simak tips selengkapnya dalam kajian tematik “cara cepat dikabulkan do’a” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.

Cara Cepat Dikabulkan Do’a